Kadis Dikbud Wajo Membuka Simposium Peran Guru Penggerak

disdikbudwajo.id– Seiring dengan berakhirnya kegiatan Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan I yang dilaksanakan oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling yang berlangsung selama Sembilan bulan terhitung mulai oktober 2020 sampai dengan agustus 2021, hari senin 27 september 2021 P4TK Penjas BK mengadakan Simposium peran Guru Penggerak dalam Transformasi Pendidikan di Ballroom Sallo Mall. Simposium ini didiikuti oleh seluruh Guru Penggerak sebanyak 46 Guru jenjang SD, SLTP dan SLTA bersama para Pendamping Guru Penggerak Kabupaten Wajo dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo serta yang mewakili Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Wilayah 4 Wajo dan Soppeng. Dalam acara ini juga berlangsung pelantikan sekaligus pengalungan selempang koordinator Guru Penggerak oleh perwakilan dari P4TK Penjas BK dan yang terpilih sebagai Koordinator Guru Penggerak Kabupaten Wajo adalah Kasmir salah satu Guru yang berasal dari SD Negeri 92 Pallawarukka Kecamatan Pammana kemudian selanjutnya penyerahan Guru Penggerak secara simbolik oleh P4TK Penjas BK kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel ditandai dengan penyerahan plakat. Selain itu ditampilkan presentasi program yang diciptakan oleh Pendamping bersama Guru Penggerak, presentasi rencana program Komunitas Guru Penggerak dan acara kesenian oleh Pendamping dan Guru Penggerak.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Faisal yang membuka simposium ini dalam arahannya menyampaikan “sesuai dengan pernyataan Mendikbudristek Nadiem Makarim bahwa para Guru Penggerak sudah berada pada zona pemimpin pembelajaran masa depan menghadapi abad 21” yang disambut tepuk riuh para peserta symposium, selanjutnya Drs. Faisal mencoba memberi motivasi kepada para Guru Penggerak menyatakan bahwa “ Guru Penggerak tentu diharapkan dapat berbuat lebih dalam meningkatkan hasil belajar siswa karena Guru Penggerak telah ditempa selama 9 bulan, diperhadapakan dengan berbagai persoalan kemudian dapat memberi solusi dan inovasi terhadap setiap permasalahan pada sekolahnya masing-masing”. Ketika Guru Penggerak tidak mampu memberi perubahan dalam dunia pendidikan di Kabupaten Wajo maka banyak harapan yang mati, banyak harapan yang kecewa maka sangat didambakan dan saya yakin keberadaan Guru Penggerak dapat menjadi masa depan dunia pendidikan Kabupaten Wajo yang lebih cerah dimasa yg akan datang lanjut Drs. Faisal yang kembali disambut tepukan riuh para Guru Penggerak.
Pada kesempatan ini pula mengakhiri sambutan dan arahannya Drs. Faisal tidak lupa mengingatkan agar sekolah para Guru Penggerak dapat menerapkan SOP Pembelajaran Tatap Muka Terbatas sesuai SKB 4 menteri tentang Pembelajaran di masa Pandemi Covid 19 dan Protokol Kesehatan secara ketat yang menurut hasil pemantauannya masih ada sekolah belum menerapkannya secara penuh.

 

 


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.