Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Anak Usia Dini

disdikbudwajo.id- Kemajuan zaman sedikit banyaknya membuat pergeseran pola budaya yang ada di masyarakat. Hal ini ditandai salah satunya adalah terjadinya Pernikahan Dini. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemangku kebijakan agar bisa melahirkan generasi muda yang mampu merencanakan masa depan yang lebih baik dan  menciptakan keluarga berkualitas.

Melihat persoalan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo pada hari ini, Rabu(3/11/21) melaksanakan Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Anak Usia Dini di Ruang Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo.

Sekretaris Disdikbud Wajo, H. Mahmud,S.Pd.,M.Pd dalam sambutannya menegaskan bahwa pernikahan anak usia dini dan usia sekolah ini menjadi perhatian kita semua.

Lanjut, Sekdis Dikbud, Pentingnya mencegah terjadinya pernikahan anak usia dini yang dampak buruknya sangat banyak,  seperti melajunya angka perceraian,  angka kematian ibu dan melajunya angka kematian bayi, Pernikahan di usia dini dapat mengakibatkan angka perceraian meningkat, ini di karenakan pasangan belum siap sehingga ketika terjadi sedikit masalah mereka terkadang memutuskan untuk bercerai,” ujarnya.

Peserta sosialisasi Pencegahan Perkawinan Anak Usia Dini

Tentunya kami sangat berharap kepada bapak ibu peserta sosialisai dimanapun kita berada mari kita selalu menggaungkan tentang Bahaya Pernikahan Anak di Usia Dini, ini dilakukan agar orang tua dan siswa memiliki gambaran tentang resiko yang dihadapi dan bagaimana cara yang bisa dilakukan agar tidak terjebak dalam pernikahan usia dini ini,” tutup Sekretaris Disdikbud.

Sementara itu, Kasubag Keuangan Disdikbud Wajo, Rosnani, S.E.,M.Si sebagai pembicara menyampaikan, bahwa Pernikahan di Usia Dini ini selain melanggar UU, pernikahan usia dini dapat berdampak pada tingginya angka perceraian akibat tingkat kematangan seseorang yang menikah di usia dini dan juga berdampak pada tingginya angka putus sekolah.

Lanjut Rosnani,  perlu kita ketahui bersama bahwa UU No. 16 Tahun 2019 pada pasal 7 ayat 1 menyatakan “Perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 (sembilan belas)”
sosialisasi pencegahan pernikahan usia dini ini penting untuk kita pahami bersama sebagai tenaga pendidik, salah satu dampak dari pernikahan dini apabila ditinjau dari aspek psikologis, dan aspek sosial sangat berpengaruh terhadap individu pelaku pernikahan dini tersebut, tutupnya.

Kegiatan  Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Anak Usia Dini ini hadir sebagai peserta Kepala SMP Se- Kabupaten Wajo. (SW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.