Siswa SMP 2 Sengkang Belajar Matematika di Taman Callaccu

SENGKANG, SOLUSINEWS.ID – Kegiatan belajar matematika di luar sekolah dilakukan siswa siswi SMPN 2 Sengkang di Ruang Terbuka Hijau (RTH), Rabu (23/3/2022) pagi.

Tepatnya di Taman Callaccu Sengkang Kabupaten Wajo, Sulsel. Siswa-siswi SMP 2 Sengkang ini terlihat asyik melakukan proses eksplorasi terhadap objek-objek tertentu pada titik lokasi yang ditentukan.

Kegiatan outdoor ini merupakan salah satu rangkaian tindak lanjut Guru Matematika, Negara Mangkubumi, sebagai peserta Bimtek Penguatan Keterampilan Numerasi Guru Dikdas melalui Math City Map yang diselenggarakan pada Bulan Desember 2021 lalu.

Saat dihubungi, Negara Mangkubumi menjelaskan bahwa salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa serta menarik dalam pembelajaran matematika yakni melalui aplikasi Math City Map (MCM) yang merupakan aplikasi berbasis GPS.

“Aplikasi ini menuntun siswa merasakan langsung menyelesaikan permasalahan nyata, bagaimana mereka mengidentifikasi, melakukan pengukuran, penghitungan, mengolah informasi

dan menyimpulkan serta menginterpretasikan solusi yang didapatkan dari titik lokasi permasalahan matematika yang diberikan sebagai titik point Math Trail,” jelasnya.

“Pembelajaran matematika melalui Math City Map juga dapat menjadi strategi bagaimana menerapkan konsep matematika yang telah dipelajari dan dipahami siswa dalam menyelesaikan permasalahan pada konteks dunia nyata”, tambahnya.

Sementara Kepala SMPN 2 Sengkang, Najmiah, mengapresiasi dan mendukung terlaksananya kegiatan belajar matematika di Taman Callaccu Sengkang.

“Luar biasa, karena dapat memanfaatkan Taman Callacu Sengkang sebagai sumber belajar yang nantinya memberikan pengalaman belajar baru dan bermakna bagi siswa”, ungkapnya.

Ia pun berharap Math Trail yang telah dibuat dapat memberikan andil dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa pada tatanan menyelesaikan persoalan konstektual di sekitarnya.

“Ini juga dapat memberikan edukasi kepada siapa saja bahwa ternyata bangunan, gedung, taman, atau landmark yang menjadi ikon daerah dapat dijadikan objek matematika

untuk dieksplorasi sehingga tidak hanya mendapatkan pengetahuan serta meningkatkan keterampilan matematika tapi pemahaman akan budaya daerahnya pun dapat ikut meningkat”, tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.