Pemda Wajo Dukung Penuh Implementasi Kurikulum Merdeka

Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Sulawesi Selatan melanjutkan kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Wajo, Senin (25/07/2022). Kunker ini  dalam rangka membangun sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mendukung dan menyukseskan implementasi kurikulum merdeka.
Ada 74 sekolah yang ada di Kabupaten Wajo yang sudah siap mengimplementasikan kurikulum merdeka jalur mandiri  belajar dan mandiri berubah.
“Memang dari awal itu sejak kami diberikan informasi terkait sekolah penggerak, guru penggerak, pada saat itu, saya juga membuat testimoni terkait komitmen dan kesiapan untuk menyambut dan melaksanakan, paling tidak menjadi pelopor, ” kata Amran Mahmud Bupati Wajo, di Taman Baca Kota Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Lebih lanjut lagi Amran Mahmud membeberkan bahwa sejak dari awal dilantik, karena memang menjadi salah satu bagian dari visi misi , Utamanya empat misi dari SULAPA EPPA, adalah salah satunya  peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Yang paling utama pasti dibenahi adalah sekolah- sekolah formal. Saya minta untuk berinovasi, berkreasi, menciptakan ide-ide baru, apalagi menyambut Merdeka Belajar. Mudah mudahan semua kurikulum-kurikulum kita sudah menyesuaikan dan kami akan beradaptasi. Karena bagaimanapun indikator besar untuk mengangkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM)adalah pendidikan selain kesehatan,ekonomi tentunya, ” ujar Bupati Wajo  Amran Mahmud.

“Untuk program Dinas Pendidikan nantinya akan melakukan kunjungan ke setiap gugus. ” Teman dari sekolah sekolah bisa berbagi, secara bersama-sama dalam melakukan implementasi, belajar bersama dengan narasumber dari guru penggerak, komunitas belajar dan pengawas sebagai pendamping, ” ujar Edi Pramono Muliawan Kabid PTK Dinas Pendidikan dan  Kebudayaan Kabupaten Wajo.

Usai melakukan pertemuan dengan Bupati Wajo, Rombongan BBGP Sulsel melanjutkan kunjungan ke  beberapa sekolah untuk meninjau kesiapan dan kegiatan belajar di sekolah.
” Maksud kedatangan kami Ingin bersilaturahmi dengan pimpinan daerah serta teman-teman di kabupaten wajo khususnya di bidang pendidikan, tadi sudah ketemu dengan teman di SMA, SMP juga. Suatu kebijakan tdk mungkin berjalan dengan baik tanpa di dukung oleh pemangku kepentingan. Masalah pendidikan itu harus melibatkan semua unsur, tidak mungkin diselesaikan oleh satu pihak saja, ” tegas Harisman di SDN 199 Madukkeleng, Sengkang, Wajo Sulawesi Selatan.
Para kepala sekolah beserta guru juga antusias mengikuti dialog dan tanya jawab terkait implementasi kurikulum merdeka. Ada lima guru penggerak yang telah menjadi kepala sekolah di Kabupaten Wajo yang sudah sejalan atau sesuai Permendikbudristek No. 40 Tahun 2021.
” Bagi kami di SMA Negeri 9 Wajo, Kurikulum Merdeka sangat Super, karena kehadirannya, memberikan kemerdekaan dan kewenagan penuh bagaimana cara menuntun dan mendampingi murid, menuju kedewasaan, selamat dan bahagia,” kata Nurnaningsih Kepala UPT SMA Negeri 9 Wajo.

Balai Besar Guru Penggerak juga melakukan sosialisasi penerapan Kurikulum Merdeka yang tepat dan meluruskan beberapa miskonsepsi serta mengenalkan dan mendorong kepala sekolah dan guru untuk memanfaatkan PMM dan Komunitas Belajar untuk mendukung implementasi kurikulum merdeka.(IT).

(Sumber Berita: TIM PUBLIKASI BBGP SULSEL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.