Disdikbud Wajo Selenggarakan Seminar Budaya

Disdikbudwajo.com. Bahasa daerah di Indonesia sangat banyak jumlahnya, data yang dikutip dari riset Badan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia tercatat ada 718 bahasa daerah di Indonesia. Melestarikan bahasa daerah tidak akan ada artinya jika hanya sekedar harapan, perlu tindakan nyata untuk menguatkan tekad agar bahasa daerah tetap menjadi bahasa komunikasi yang baik di era globalisasi.

Untuk mewujudkan pelestarian bahasa daerah, khususnya bahasa daerah bugis, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo menyelengggarakan kegiatan hari ini, Kamis, 19/11/2020, Seminar Budaya di Aula Mappedeceng Disdikbud Wajo dengan mengangkat tema “Melestarikan Aksara dan Bahasa Daerah dalam Penguatan Kearifan Lokal. Besse Walinono, S.S., M.Si, Kepala Seksi Sejarah dan Tradisi Bidang Kebudayaan, selaku panitia pelaksana melaporkan bahwa kegiatan Seminar Budaya ini bersumber dari APBD Kab. Wajo tahun anggaran 2020, yang mana peserta pada seminar budaya ini diikuti oleh Guru Bahasa tingkat SMP se Kab. Wajo yang berjumlah 30 Orang, lanjut dalam laporannya tujuan kegiatan ini untuk Melestarikan bahasa daerah dalam menguatkan kearifan lokal, dan salah satu upaya agar nantinya Bahasa Daerah tidak lagi sebagai muatan lokal tapi menjadi Mata Pelajaran di sekolah SDn dan SMP.

Seminar Budaya ini di buka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo, H. Mahmud Bara, S.Pd., M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan, sekarang ini  sedang kami godok Perbup tentang penggunaan bahasa daerah 2 jam di SD dan SMP, Insya Allah mudah mudahan di semester II bulan januari sudah bisa berlangsung, saat ini Tim yang dibentuk sedang merampungkan Perbup tersebut, yang melibatkan semua seksi Kurikulum di semua jenjang dan Insya Allah target kami bahasa daerah bugis diwajibkan untuk diajarkan pada tingkat SD dan SMP.

Sebagai pejabat baru pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo bersama dengan Bapak kepala Dinas, berkomitmen untuk mencapai tujuan Pendidikan Nasional, yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa,  berahlak mulia, bersih, berilmu, cakap, kreatif, demokratis dan bertanggung jawab. Lanjut dikatakan bahwa tantangan kita saat ini dalam melestarikan bahasa daerah bugis adalah perkembangan teknologi yang sangat mudah diakses oleh anak anak kita, dan tentunya bapak ibu dituntut bisa lebih kreatif dan berinovasi dalam memanfaatkan perkembangan teknologi, sebagai contoh dengan membuat video kreatif untuk mengajarkan tutorial bahasa daerah dengan memanfaatkan media sosial dan aplikasi yang mendukung pembuatan video tutorial, sehingga anak anak kita tertarik mempelajari bahasa daerah bugis.

Sekretaris Disdikbud Wajo, melestarikan bahasa daerah agar dikenal luas oleh semua kalangan merupakan tujuan yang baik, tapi yang paling penting adalah memulai membiasakannya dulu pada diri sendiri, dengan terapkan dan latih kemampuan berbahasa daerah dalam obrolan sehari hari bersama teman  pergaulan  dan tentunya yang lebih dekat dengan keluarga kita. Terakhir kami ucapkan terima kasih kepada Bapak ibu pemateri atas kesediannya berbagi ilmu dan pengalaman kepada teman teman Pembina Guru Bahasa dan tentunya kami berharap kepada Bapak ibu peserta seminar  apa yang nantinya di sajikan oleh para pemateri dapat di implementasikan dalam melaksanakan tugas sebagai guru bahasa. (sbr)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.